MUSIM SEMI
Datanglah sayangku, mari kita duduk di tengah bukit kecil. karena salju adalah air dan kehidupan hidup dari tidurnya menjelajahi bukit dan lembah. biarkan kami mengikuti jejak kaki musim semi menuju ladang jauh dan mendaki puncak gunung di atas sana di dataran hijau segar.
MUSIM PANAS
Mari kita pergi ke ladang cintaku, waktu panen mendekat dan matahari telah memasakkan biji - biji. mari kita mengisi keranjang kita dengan hasil alam, seperti hidup juga mengisi banyak untuk hati kita dengan cintanya.
MUSIM GUGUR
Mari kita pergi memetik anggur di perkebunan dan memerah sari buah segar dan menyimpannya di gudang tua. Mari pulang sayangku karena daun - daun kuning dan bunga - bunga layu telah membisikkan awal musim gugur. Dan burung - burung telah terbang meningalkan padang yang dingin dan kesepian. Mari kekasihku duduk berdua dengan ku karena alam telah letih melambaikan selamat tinggal dengan dendangan sayup dan ketenangan.
MUSIM DINGIN
Dekatlah kemari, oh... teman hidupku. Dekatlah padaku dan jangan biarkan sentuhan musim dingin mencelah diantara kita. Duduklah disampingku di depan tungku, sebab nyala apinya adalah nyawa satu - satunya nyawa musim ini. Tuangkan minyak kedalam lampu jangan biarkan ia pudar lekatkan dekat wajahmu supaya aku bisa membaca dalam tangis apa yang telah di tulis pada wajahmu tentang kehidupan kamu bersamaku.
Dekatlah padaku, oh... kekasih jiwaku. Api mendingin dalam tungku menyelinap padam dari timbunan abu. sebab aku takut akan kesepian. Lampu meredup dan anggur minuman membuat mata sayup mengantuk.
Mari kita saling berpandangan sebelum mata meredup, carilah aku dalam rabaan, temui aku dalam pelukkan dan biarkan malam merangkul jiwa kita menjadi satu.
Kecuplah aku kekasihku...
karena musim dingin telah merenggut segalanya, kecuali kau dan aku.
Engkau adalah dekapan, oh... kekasihku abadi. Betapa dalam dan luasnya samudera mimpi.....
for my boyfriend ex.