NAMA : NUANTI RIYANA PUTRI
NIM :
8040110114
KELAS : 03 PS 3
“TUGAS
INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER”
Pada kali ini saya akan mencoba membahas atau sedikit
menjelaskan tentang Proses Perancangan Interaksi (Model Siklus Hidup Dan
Proses). Dimana ada beberapa model yang perlu kita ketahui :
.
MODEL WATERFALL
Dalam
bentuk model ini proses perancangan interaksi tergambar atau tersusun
seperti layak nya waterfall (air
terjun) yang mengalir dari atas ke bawah.
. MODEL WATERFALL
- Requirements
Analysis (Menganalisis Persyaratan ).
Disini
harus dapat menjelaskan apa saja yang diinginkan dan diperlukan oleh user.
Untuk itu diperlukan adanya proses klarifikasi, perbaikan, penentuan
kelengkapan, dan ruang lingkup. Sebagai masukannya dapat berupa dokumen
persyaratan dan keluarannya adalah ketetapan persyaratan.
Terdapat
bermacam-macam persyaratan yang dapat dihasilkan :
· Fungsional : menjelaskan tentang apa saja yang dapat dilakukan oleh sistem
· On fungsional :
dapat berupa ukuran memori, jangka waktu respon.
· Data : data apa saja yang perlu disimpan dan
bagaimana penyimpanannya.
-
Design (desain)
Terdapat
dua sisi pengertian yang dapat digunakan terkait dengan desain interaksi :
1. Sebagai suatu proses untuk mencapai
suatu tujuan dengan pencarian berbagai solusi melalui ruang lingkup sistem, materi, biaya dan kemungkinan
penyelesaiannya (feasibilitas), sebagai wujud kreativitas dan pengambilan
keputusan untuk menyeimbangkan trade-off.
2. Sebagai
representasi suatu perencanaan pengembangan yang berisikan sekumpulan elaborasi
alternatif dan suksesif.
Empat
kegiatan utama dalam desain interaksi :
1. Identifikasi kebutuhan dan persyaratan sistem
2. Pengembangan desain alternatif (desain konseptual dan fisikal)
3. Membuat versi interaktif dari desain yang dihasilkan
4. Mengevaluasi desain (usabilitas dan user experience)
- Code
(kode)
Setelah
ditetapkan bagaimana desain yang akan dibuat oleh programer dan bagaimana
interface yangdi butuhkan user, maka di susunlah pengkoden, dimana pengkodean
adalah proses dimana informasi dari sumber yang diubah menjadi simbol untuk
dikomunikasikan kepada user sehingga dapat terjadi interaksi antara user dan
program yg dihasilkan itu sendiri.
- Test
(Pengujian )
Dalam
tahap pengujian atas apa yang telah dibuat dan dicapai, bagaimana efek atau
dampak yang akan diterima user dan bagaimana manfaat yang akan diterima oleh
user.
- Maintenance
(pemeliharaan)
Dalam
tahap ini dilakukan koreksi atau pencegahan kesalahan dalam hardware oleh
program pemeriksaan dan penggantian suku cadang juga penghapusan kesalahan yang
ada dan modifikasi perangkat lunak dalam menanggapi perubahan dalam spesifikasi
atau lingkungan.
. Model Lifecycle
untuk RAD
. Model Lifecycle untuk RAD
Model
ini merupakan versi cepat dari waterfall, model ini menggunakan Joint
Application Development (JAD) yang mana dalam model ini yang paling
dibutuhkan oleh user adalah workshop JAD.
- Project Set-Up
Menampilkan
apakah suatu proyek adalah memiliki dampak apapun sering sangat sulit, namun
dengan menetapkan tujuan yang tepat di tempat pertama sehingga dalam dapat
dibilang bahwa dalam perancangan interaksi Project setup di tempatkan dalam
urutan pertama.
- JAD workshops
Sebagaimana
telah disebutkan bahwa dalam model ini JAD workshop yang paling dibutuhkan,
Aplikasi desain Bersama (JAD) adalah proses yang digunakan di daerah
prototyping siklus hidup Metode Pengembangan Sistem Dinamis (DSDM) untuk
mengumpulkan kebutuhan bisnis saat mengembangkan sistem informasi baru bagi
perusahaan. "Proses JAD juga mencakup pendekatan meningkatkan partisipasi
pengguna, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kualitas spesifikasi.
Melalui
workshop JAD pekerja pengetahuan dan spesialis IT yang mampu mengatasi
kesulitan atau perbedaan antara kedua belah pihak mengenai sistem informasi
baru. Lokakarya ini mengikuti agenda rinci dalam rangka untuk menjamin bahwa
semua ketidakpastian antara pihak tertutup dan untuk membantu mencegah miskomunikasi.
- Iterative Design and Build ( Merancang dan membangun model)
Dalam
tahap ini sebuah aplikasi atau interface yang akan dirancang, apa yang
dibutuhkan user apa tujuan yang akan di capai.
- Engineer and Test Finall
Dalam
alur kerja model ini Engineer and test finall merupakan tes akhir atau tahap
dimana menjalankan aplikasi yang telah dirancang dan dibangun sebelumnya.
- Implementation review
Pada
alur kerja perancangan di model ini implementation review atau pelaksanaan
tinjauan. Pada tahap ini apikasi yang telah dirancang dan di jalankan pada test
akhir dilakukan peninjauan, yang mana berfungsi unuk melihat kesalahan dan
memperbaiki nya sebelum di terima oleh user.
. Model V (V-Model)
|
|
V-model
dikembangkan di Jerman untuk aplikasi pertahanan. Didalam V-model terdapat 3
kompomen kerja yang pokok yakni Project Definition yakni mendefenisian
project apa yang akan dibuat, Time yakni waktu yang dibutuhkan dalam
pengimplementasiannya dan Project Test And Integration atau pengujian dan
integrasi project tersebut.
Model
ini berpusat pada user. Dimana pengulangan selalu dibutuhkan jika kebutuhan
untuk user belum terpenuhi "ketidaktahuannya" tanpa harus memberikan
software dengan lingkungan yang baru. Resiko pada setiap tahap dalam
pengembangan dapat dikurangi dengan memahami kebutuhan user.
Didalam
pendefenisian project terdapat aktivitas Concept Operation
(konsepsi project) yakni menentukan tujuan yang akan di capai dalam pembuatan
project tersebut. Requirement and Architecture (persyaratan dan arsitektur)
yakni harus dapat menjelaskan apa saja yang diinginkan dan diperlukan oleh
user. Untuk itu diperlukan adanya psroses klarifikasi, perbaikan, penentuan
kelengkapan, dan ruang lingkup. Sebagai masukannya dapat berupa dokumen
persyaratan dan keluarannya adalah ketetapan persyaratan. Terdapat
bermacam-macam persyaratan yang dapat dihasilkan :
-
Fungsional : menjelaskan tentang apa saja yang dapat dilakukan oleh sistem
-
Non fungsional : dapat berupa ukuran memori, jangka waktu respon.
-
Data : data apa saja yang perlu disimpan dan bagaimana penyimpanannya.
Detailed
Design yakni memperincikan desain sebuah
aplikasi yang akan dibuat.
Selanjutnya
setelah Project tersebut telah ditetapkan maka Diimplementasikan lah atau di
jalankan. Selanjutnya dalam tahap Project Test and Integration
aplikasi/software yang telah dilakukan Integration test and Verification
yang mana dalam tahap ini aplikasi yang telah diimplementasikan di lakukan
verifikasi atau ditinjuau kegunaan nya apakah sesaui dengan kebutuhan user.
Selanjutnya
Operation and Maintenance yakni melakukan perbaikan atas apa yg telah di
verifikasi dan di sesuaikan dengan kebutuhan user. Dan pada akhirnya dalam model
ini akan dilakukan proses Verivikasi dan Validitas kepada user apakah
sudah bekerja sesuai dengan yang diharapkan dan apakah rancangan sesuai dengan
apa nyang diinginkan.
. Model Rancangan Interaksi Sederhana
Pada model rancangan interaksi sederhana ini input atau masukan hanya memiliki satu titik. yang mana masukan tersebut diidentifikasikan apakah sesuai dengan kebutuhan, lalu didesain sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Setelah diDesain rancangan tersebut dibangun dan harus interaktif. Setelah itu barulah rancangan tersebut dievaluasi.
Evaluasi
dapat dilakukan dimana saja, rancangan yang telah di evakuasi
dapat kambali didesain ulang atau apakah rancangan
tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan user, maka alur tersebut akan terus berputar hingga pada tahap evaluasi tidak lagi terjadi
kesalahan, baik dalam penetapan kebutuhan user maupun pendesainannya, sehingga
pada tahap evaluasi terciptalah sebuah hasil akhir yang valid.
. Model Siklus Hidup Star (Hartson & HIx,1998)
Dalam Siklus permodelan ini pengujian dilakukan terus menerus, tidak harus
dikahir. Misalnya dimulai dari menentukan kosep desain (conceptual design )
dalam proses ini akan langsung terjadi evaluasi untuk langsung ternilai apakah
sudah sesuai dengan kebutuhan user, bila belum maka akan terus berulang di
evaluasi hingga benar-benar pas, selanjutnya apabila sudah pas, maka dari tahap
evaluasi yang pertama akan lanjut ke proses yg selanjutnya yakni
requirements/specification yakni memverifikasikan persyaratan rancangan
tersebut, dan pada tahap itu juga langsung terjadi pengevaluasian seperti tahap
pertama, dan selanjutnya akan tetap sama terjadi pada tahapan-tahapan selanjutnya
yakni task analysis/fungsion analysis, pengimplementasian, prototyping hingga
pada akhirnya terciptalah sebuah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user.
Intinya
pada rancangan model ini pengevaluasian dilakukan disetiap tahapan tidak hanya
pada tahapan akhir seperti model-model rancangan yang lainnya.
sumber referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar